Sebuah Puisi

September 12, 2009 at 11:47 am (Other)

Tersungkur ku di sisa malam

Hampa dan rendah gairah

Memori lama kembali berhembus

Mungkin, semua sudah tidak berarti lagi

Muncul rasa bersalah dalam hati

Terucap kata maaf dalam angan

Terikat dengan sebuah belenggu hitam, kelam

Butuh kepastian, bukan kemungkinan yang buram karna diselimuti oleh kabut gelap

Padam semua lampu

Gelap bagaikan teman setia dari waktu – waktu yang hilang

Keluarga ? Sudah jauh entah kemana

Sahabat ? Sudah dengan dunianya sendiri

Rasanya secarik kertas pun takkan rela untuk digoreskan dengan semua keluh kesah

Lantas, kepada siapa harus dihempas segala kegundahan ini ?

Haruskah ku telan sendiri, hingga kabur berjamur ?

Inilah aku, dengan dunia ku

Inilah aku, dengan dimensi realita ku

Inilah aku, dengan ruang gelap ku

Adakah yang sudi berelegi di balik hujan lebat ini ?

2 Comments

  1. Visi said,

    ayoh sini cerita! jangan diem-diem aja lo.

  2. Rayneed said,

    @ visi
    wets, nyantai2
    ini puisi gw buat untuk ngambil nilai bahasa indonesia sebenernya

Post a Comment