Sebuah Puisi
Tersungkur ku di sisa malam
Hampa dan rendah gairah
Memori lama kembali berhembus
Mungkin, semua sudah tidak berarti lagi
Muncul rasa bersalah dalam hati
Terucap kata maaf dalam angan
Terikat dengan sebuah belenggu hitam, kelam
Butuh kepastian, bukan kemungkinan yang buram karna diselimuti oleh kabut gelap
Padam semua lampu
Gelap bagaikan teman setia dari waktu – waktu yang hilang
Keluarga ? Sudah jauh entah kemana
Sahabat ? Sudah dengan dunianya sendiri
Rasanya secarik kertas pun takkan rela untuk digoreskan dengan semua keluh kesah
Lantas, kepada siapa harus dihempas segala kegundahan ini ?
Haruskah ku telan sendiri, hingga kabur berjamur ?
Inilah aku, dengan dunia ku
Inilah aku, dengan dimensi realita ku
Inilah aku, dengan ruang gelap ku
Adakah yang sudi berelegi di balik hujan lebat ini ?



Visi said,
September 13, 2009 at 3:03 am
ayoh sini cerita! jangan diem-diem aja lo.
Rayneed said,
September 13, 2009 at 3:11 am
@ visi
wets, nyantai2
ini puisi gw buat untuk ngambil nilai bahasa indonesia sebenernya